Geotechnical, Aggregate and Concrete


SELAMAT DATANG DI WWW.KAMMISIQ.BLOGSPOT.COM

Rabu, 15 September 2010

Standard Penetration Test


Uji penetrasi standar (SPT = Standard penetration test) adalah uji yang dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh terganggu dengan teknik penumbukan. Uji SPT terdiri atas uji pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah dan disertai pengukuran jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm (1 ft) vertikal.

Uji penetrasi standar (SPT) dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh terganggu dengan teknik penumbukan. Uji SPT terdiri atas uji pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah dan disertai pengukuran jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm (1 ft) vertikal. Dalam sistem beban jatuh ini digunakan palu dengan berat 63,5 kg (140 lb) yang dijatuhkan secara berulang dengan tinggi 0,76 m (30 in). Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga tahap, yaitu berturut-turut setebal 150 mm (6 in) untuk masingmasing tahap. Tahap pertama dicatat sebagai dudukan, sementara jumlah pukulan untuk memasukkan tahap kedua dan ketiga dijumlahkan untuk memperoleh nilai pukulan N atau perlawanan SPT (dinyatakan dalam pukulan /0,3 m atau pukulan per foot). Uji SPT dilakukan pada setiap 2 meter pengeboran dan dihentikan pada saat uji SPT N diatas 60 N berturut turut sebanyak 3 kali.

Pemeriksaan ini dimaksudkan agar praktikan dapat mengetahui daya dukung tanah yang akan ditempati pondasi. Yang menjadi permasalahan pada saat pengujian SPT N dan sering tidak dipererhatikan oleh pelaksanan pengujian yaitu yang mana didahulukan antara pengambilan sampel Undisrurbed dengan Pengujian Tes SPT.

Dari data/informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menggambarkan profil daya dukung tanah yang di gambarkan pada grasik SPT.Setelah mengetahui daya dukung tanah, maka letak dan kedalaman pondasi dapat di tentukan pondasi dapat di tentukan. Alat SPT ada yang dalam pengoperasiannya menggunakan mesin ada juga yang dioperasikan secara manual yang tentunya mempunyai hasil pengujian yang berbeda.

Alat SPT yang menggunakan mesin tentu kapasitasnya lebih tinggi dan diperlukan pada saat pengambilan data tanah untuk kepentingan desain pondasi. Sedangkan SPT yang dioperasikan secara manual hanya untuk keperluan praktikum dan kapasitas pengujiannya juga lebih kecil dan kedalamannya pun tidak lebih dari 10 meter.
(Sumber: Panduan Praktukum Mekanika Tanah, Teknik Sipil dan Perencanaan UNM)

Tidak ada komentar: